Aktifitas

Telusuri kota pesisir Pekalongan sambil bersantai di atas becak!

Becak adalah kereta beroda tiga, di mana pengemudi duduk di bagian belakang untuk mengayuh. Kini, moda transportasi tradisional ini hanya dapat ditemukan di beberapa kota kecil di Indonesia. Pada tahun 1930-an, Becak banyak digunakan oleh para pedagang Tionghoa untuk membawa dan mengantar barang. Istilah ‘Becak’ diambil dari dialek Hokkian ‘be chia’ yang berarti kereta kuda.

Kami ingin berbagi rahasia kecil: pemandu wisata terbaik di Pekalongan, bisa jadi seorang penarik becak.

Di kota kecil seperti Pekalongan, penarik becak adalah pemandu lokal yang mengetahui tempat-tempat kuliner ‘tersembunyi’ di penjuru kota. Mereka tahu di mana biasanya orang-orang lokal berbelanja batik. Atau kapan waktu yang paling pas untuk mengunjungi atraksi wisata tertentu. Ditambah lagi, mereka tahu rute terbaik untuk memastikan semua pengalaman ini bisa diselipkan di sela-sela jadwal liburan Anda!

Kini, becak--yang sudah jarang terlihat di berbagai kota besar--bisa jadi merupakan salah satu moda transportasi umum ramah lingkungan terakhir yang tersisa di Indonesia.

THE SIDJI telah membantu beberapa penarik becak di Pekalongan untuk memperbaiki dan menghias becak mereka. Baru-baru ini, bersama mereka, kami juga merancang #YOKNAIKBECAK: sebuah pengalaman bagi tamu kami untuk menjelajahi kota pesisir Pekalongan seraya bersantai di atas becak.

Batik Tour

Kain batik tulis asal Indonesia merupakan salah satu yang terkenal di dunia, dengan keindahan coraknya yang rumit, tingkat kesulitan desainnya, serta unsur warnanya yang hangat. Pekalongan merupakan salah salah kota penghasil batik yang dikenal dengan batik pantai utaranya yang khas.
Batik Pekalongan banyak dihasilkan oleh para pengrajin. Keindangan batik Pekalongan sudah dikenal di seluruh dunia dan sangat mudah dikenali, karena coraknya yang unik dan warnanya yang cerah, yang dipengaruhi oleh keragaman budaya dari suku Tiong Hoa, Belanda, Melayu, Jepang, dan Arab. Batik Pekalongan juga turut di ekspor ke berbagai negara yakni, Australia, Amerika, Timur Tengah, Jepang, Korea, Cina, dan Singapura.
Apabila anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sejarah batik Pekalongan, anda dapat mengunjungi Museum Batik. Disana, anda juga dapat belajar melukis batik. Untuk membeli batik asal Pekalongan, anda dapat mengunjungi toko Batik Mukti yang terletak di sebelah Hotel kami, atau bisa juga berkunjung ke Kampung Batik, dimana anda dapat melihat banyak pengrajin batik yang sedang melukis kain batik setiap harinya. Silakan bertanya kepada staf kami bagaimana cara menuju Kampung Batik.

Makanan Khas Pekalongan

Di Pekalongan, ada berbagai makanan tradisional, seperti di bawah ini:
Sego Megono, merupakan nasi yang dilengkapi dengan sayur nangka dengan santan dibungkus dengan daun pisang. Dengan kombinasi rasa asin dan pedas, Sego Megono sangat enak dinikmati ketika masih hangat, lalu dicampur dengan sayuran segar dan ikan goreng. Makanan ini akan banyak ditemukan di kota Pekalongan. Silakan tanyakan kepada staf kami, dimana Sego Megono yang menurut mereka paling nikmat.

Soto Tauto, merupakan sup daging dengan kuah tauco berisi daging kerbau dan jeroan, dan dapat dinikmati dengan nasi ataupun lontong. Anda dapat menikmati Soto Tauto di Hotel kami, yakni di Restoran Nostalgia.

Kopi Tahlil, merupakan paduan kopi murni dengan berbagai rempah-rempah seperti, jahe, kepulaga, cengkeh, kayu manis, daun pandan, serai dan bijih pala. Ketika hujan di Kota Pekalongan, kopi Tahlil dapat dijadikan pilihan untuk menghangatkan badan. Salah satu kopi Tahlil yang terkenal yakni di Jl. Pati Unus, dekat dengan Gereja Santo Petrus, buka setiap hari dari jam 4 sore sampai tengah malam.

Sup Kacang Hijau, disajikan dengan ketan hitam dan santan, merupakan sarapan khas penduduk Pekalongan. Rasanya manis dan gurih. Anda dapat mencoba “Kacang Hijau Pak Sulaiman” di Jl. Sultan Agung, dekat Departemen Store Boroburudur, yang buka setiap harinya mulai Pk. 5.30 sampai dengan Pk. 9.00.  

Atraksi Kota Pekalongan

Anda dapat menemukan berbagai atraksi menarik dari kota Pekalongan yang terletak di Simpang Lima, dengan hanya berjalan kaki sekitar 5 menit dari Hotel. Disana, anda akan menjumpai banyak pedagang makanan tradisional kaki lima pada sore hari. Di siang hari, anda dapat mengunjungi “Alun-Alun”, yakni taman di depan Museum Batik – di depannya terdapat huruf rasaksa bertuliskan B-A-T-I-K, yang biasanya menjadi incaran foto-foto. Tidak jauh dari Alun-Alun, ada kantor pos yang dapat anda kunjungi untuk mengirimkan postcard kepara orang yang anda sayangi, salam dari Pekalongan.